Pages

Rabu, 03 Oktober 2012

Cara Mengatasi Kesulitan Belajar


Kegiatan belajar mengajar dikelas bukanlah hanya sebuah kegiatan transfer ilmu semata, tapi lebih jauh lagi dalam hal penyiapan dan pembentukan generasi yang lebih kompenten pada bidang yang pilihnya. Tentunya kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dikelas tidaklah semudah dalam sinetron yang "tiba-tiba" menjadi pintar tanpa upaya maksimal baik dari guru, siswa , sekolah dan aspek lainnya yang mempengaruhi pendidikan itu sendiri. Dibutuhkan dukungan dari semua aspek yang menjadi faktor penentu keberhasilan kegiatan belajar mengajar disekolah dan salah satunya adalah tingkat kemampuan guru dalam menemukan dan melayani perbedaan individu siswa yang mengalami kesulitan belajar.


1.      Identifikasi
Identifikasiadalahsuatukegiatan yang diarahkanuntukmenemukansiswa yang mengalamikesulitanbelajar, yaitumencariinformasitentangsiswadenganmelakukankegiatanberikut:
a.       Data dokumenhasilbelajarsiswa.
b.      Menganalisisabsensisiswa di dalamkelas.
c.       Mengadakanwawancaradengansiswa.
d.      Menyebarangketuntukmemperoleh data tentangpermasalahanbelajar.
e.       Tesuntukmemperoleh data tentangkesulitanbelajarataupermasalahan yang dihadapi.

2.      Diagnosis
Diagnosisadalahkeputusanataupenentuanmengenaihasildaripengolahan data tentangsiswa yang mengalamikesulitanbelajardanjeniskesulitan yang dialamisiswa. Diagnosis inidapatberupahal-halsebagaiberikut:
a.       Keputusanmengenaijeniskesulitanbelajarsiswa
b.      Keputusanmengenai factor-faktor yang menjadisumbersebab-sebabkesulitanbelajar
c.       Keputusanmengenaijenismatapelajaranapa yang menjadikesulitanbelajar
Kegiatan diagnosis dapatdilakukandengancara ;
a.       Membandingkannilaiprestasiindividuuntuksetiapmatapelajarandengan rata-rata nilaiseluruhindividu
b.      Membandingkanprestasidenganpotensi yang dimilikiolehsiswatersebut
c.       Membandingkannilai yang diperolehdenganbatas minimal tujuan yang diharapkan.
3.      Prognosis
Prognosismenunjukpadaaktifitaspenyusunanrencanaatau program yang diharapkandapatmembantumengatasimasalahkesulitanbelajarsiswa. Prognosis inidapatberupa:
a.       Bentuktreatmen yang harusdiberikan
b.      Bahanataumateri yang diperlukan
c.       Metode yang akandigunakan
d.      Alat bantu belajarmengajar yang diperlukan
e.       Waktukegiatandilaksanakan
4.      Terapiataupemberianbantuan
Terapidisiniadalahpemberianbantuankepadaanak yang mengalamikesulitanbelajarsesuaidengan program yang telahdisusunpadatahap prognosis. Bentukterapi yang diberikanantara lain melalui:
a.       Bimbinganbelajarkelompok
b.      Bimbinganbelajar individual
c.       Pengajaran remedial
d.      Pemberianbimbinganpribadi
Selainhal di atas, dalam upaya meningkatkan pelayanan pendidikan terhadap siswa yang masing-masing individunya berbeda, maka seorang guru yang profesional harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.      Menemukan perbedaan individu siswa
      Setiap individu siswa berbeda satu dengan lainnya, hal ini pengaruhi banyak faktor yang membentuk kepribadian setiap siswa. Perbedaan individu siswa dapat dikelompokan menjadi:
a.       Perbedaan vertikal yaitu perbedaan pada segi fisik setiap individu, misal; tinggi - sedang - pendek, gemuk - sedang - kurus, sehat - tidak sehat dan lain sebagainya.
b.      Perbedaan horizontal yaitu perbedaan pada segi psikis dan sosial setiap individu, misal; kemampuan, bakat, minat, emosi, hasil belajar dan lain sebagainya.
      Perbedaan individu diatas dipengaruhi oleh faktor keturunan (bakat) dan faktor lingkungan. Perbedaan ini merupakan hal penting yang harus diketahui oleh guru karena perbedaan ini dapat digunakan oleh guru untuk menentukan metode belajar yang tepat dalam proses belajar mengajar dikelas. Guru haruslah teliti dalam mencari dan menemukan perbedaan yang ada pada siswa, terutama perbedaan-perbedaan yang menonjol. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar dan dalam memberikan pelayanan terhadap siswa agar mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang ada dimiliki oleh siswa.
2.      Memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu siswa
      Setelah guru menemukan perbedaan-perbedaan dari setiap individu, maka langkah berikutnya adalah melakukan perencanaan dan pelaksanaan program pengajaran yang disesuaikan dengan perbedaan tersebut agar setiap individu mampu berkembang sesuai dengan kemampuan dan kecepatan yang dimiliki oleh masing-masing individu siswa. Mengajar siswa dengan kemampuan belajar cepat akan berbeda dengan mengajar siswa dengan kemampuan belajar kurang/lambat. Kemampuan yang berbeda dari setiap individu memerlukan pelayanan tersendiri bagi guru dalam upaya penyesuaian program pengajaran yang akan dibuat dan dilaksanakan.Tetapi hal ini tidaklah mudah bahkan sangat sulit dilaksanakan bagi mereka yang belum terbiasa dalam upaya pelayanan terhadap perbedaan individu siswa.
      Kesulitan-kesulitan yang paling mudah kita temukan dalam lingkungan disekitar kita misalnyaterbatasnya waktu yang disediakan oleh sekolah dalam suatu pertemuan pembelajaran di kelas akan membuat guru tidak maksimal dalam menemukan dan melayani siswa sesuai dengan perbedaan setiap individu walaupun hal ini sudah direncanakan dalam program pengajaran yang akan atau sedang dilaksanakan. Jika kesulitan-kesulitan yang dihadapi ini memang sangat sulit dipecahkan maka guru tidak perlu memaksakan diri sampai diluar batas kemampuannya. Minimal guru mampu melaksanakan pada tahap yang dapat dilaksanakannya, misalnya terhadap siswa yang memiliki kemampuan cepat dalam menyerap materi pelajaran maka guru bisa saja memberinya materi atau tugas tambahan untuk dikerjakannya diluar sekolah, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan kurang maka guru dapat memberinya materi yang sesuai untuknya. Siswa yang memiliki bakat menonjol bisa di beri kesempatan atau diberi fasilitas untuk mengembangkannya sedangkan siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar maka perlu dibantu agar siswa tersebut dapat mengatasi kesulitannya. Dan perludikembangkan menurut keadaan dan kemampuan dilingkungan sekolahnya masing-masing.

3.      Melakukan diagnosis kesulitan belajar siswa
      Tidak semua siswa memiliki kemampuan yang sama dalam menerima materi yang diajarkan oleh seorang guru. Guru hendaknya memberikan perhatian khusus terhadap siswa-siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan berusaha menemukan dan mengatasi kesulitan belajar siswa dengan men-diagnosis kesulitan belajar siswa tersebut. Dan jika tingkat kesulitan belajarnya sangat sulit diidentifikasi maka tidak ada salahnya meminta bantuan guru lain atau guru yang berkompeten dalam hal ini dan ini biasanya guru BK.
4.      Anjuran menggunakan obat-obatan dan terapi yang tersedia
      Sekarang ini banyak anak yang menderita gangguan pemusatan perhatian yang merupakan salah satu bentuk kesulitan belajar dan mereka memperoleh manfaat dari terapi obat-obatan. Tiga macam obat-obatan yakni Ritalin (methylphenidate), Dexedrine (dextroamphetamine), dan Cylert (pemoline), dtelah sokses digunakan. Meskipun demikian obat-obatan ini merupakan stimulan dengan ketegori yang sama dengah obat diet. Obat-obatan tersebut dapat meredakan kegelisahan, namun dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan kemampuan sang anak untuk memusatkan perhatian. Obat-obatan tersebut juga dapat membantu mengendalikan dorongan hati yang meledak-ledak serta perilaku hiperaktif. Tentunya penngunaan obat-obatan tersebut sesuai dengan dosis atas anjuran dari dokter yang menangani.
      Selain obat-obatan yang dianjurkan dokter, terdapat pula terapi oleh dokter atau spesialis. Beberapa terapi kelihantnnya terdengar olmiah dan masuk akal, tetapi sebagian diantaranya adalah murni perdukunan atau penipuan, maka kita harus hati-hati. Berikut adalah terapi yang tidak terbukti efektif dalam menangani anak-anak penderita lambat belajarbatau gangguan pemusatan belajar (kesulitan belajar), yaitu megavitamin, lensa berwarna, diet khusus, diet gula-gula, dan rangsangan atau manipulasi pada tubuh.
5.   Orang tua turut mengembangkan rasa percaya diri pada anak dan kemampuan untuk membangun relasi yang sehat dengan orang lain.
6.  Menumbuhkan harapan yang positif pada diri anak.






0 komentar:

Poskan Komentar